Don't Miss
Home / Berita Utama / Upaya Keras Masyarakat Adat Prajuru Disetujui Oleh Pemerintah

Upaya Keras Masyarakat Adat Prajuru Disetujui Oleh Pemerintah

Jakarta | Upaya keras masyarakat Adat Prajuru Desa Pakraman Kubutambahan yang didukung penuh Ketut Suwardana selaku investor PT Pembari untuk menjadikan Bukit Teletubies Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali menjadi Bandara Internasional di atas lahan seluas 370 hektar akhirnya disetujui oleh pemerintah.

index1

Presiden Jokowi, dalam kunjungan kerjanya di Bali telah menyatakan salah satu proyek strategis di Provinsi Bali adalah pembangunan Bandara Bali Utara di Buleleng, karena kajiannya segera akan diputuskan pemerintah.

“Mungkin airport yang Bali bagian utara segera diputuskan studinya. Selesai kajiannya rampung, di putusin,” ujar Jokowi di sela-sela kunjungan ke Waduk Muara Nusa Dua, Jumat (14/6/2019) siang.

Keputusan Presiden Jokowi ini merupakan kerja keras PT Pembari dan masyarakat Adat setempat dan telah melalui perjuangan yang sangat panjang. Pasalnya, sejak tahun 2009masyarakat Adat Prajuru Desa Pakraman Kubutambahan dan Investor PT Pembari Ketut Suwardana berjuang keras dalam merintis dan mengajukan usulan pembangunan Bandara ini.

Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal DPP Ormas Indonesia Bersatu Abednego Panjaitan SH, Rabu (19/06/2019) di Jakarta.

index

Menurutnya, pemerintahan Jokowi sangat aspiratif melihat keinginan rakyatnya, sehingga  kehadiran Bandara di Buleleng ini akan dapat menjadi salah satu sarana utama pemerataan perekonomian masyarakat Bali Selatan dan Bali Utara.

Terlepas dari itu, kata Panjaitan, keputusan pemerintah ini selain berdasarkan kajian yang panjang dan melelahkan, juga karena kesabaran dan perjuangan masyarakat Adat dan PT Pembari sendiri. Pasalnya, PT Pembari selama hampir 10 tahun terus menerus berjuang agar masyarakat Bali Utara memiliki Bandara sendiri.

Dijelaskan, setelah Staf Khusus Presiden (SKP) Lenis Kogoya MHum beserta rombongan meninjau lokasi pembangunan tersebut, Kamis (21/02/2019). Disusul undangan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan yang menggelar rapat implementasi pembangunan Bandara Bali Utara, Selasa (14/05/2019) di Kantor Maritim. Dalam pertemuan ini, Menko Luhut didampingi perwakilan dari Kedeputian Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Maritim.

“Dapat kita simpulkan, bahwa keberhasilan ini merupakan anugerah dari Tuhan lewat kerja keras investor PT Pembari dan masyarakat Adatnya,” tandasnya.

Penghulu Desa Pakraman Kubutambahan Jro Pasek Ketut Warkadea mengakui banyak pihak mencoba mengambil keuntungan dari pembangunan Bandara Bali Utara ini. Padahal, sejak tahun 2009 masyarakat Adat Prajuru Desa Pakraman Kubutambahan dan Investor PT Pembari Ketut Suwardana telah bersusah payah merintisnya dan mengajukan usulan pembangunan Bandara ini kepada Pemerintah Pusat.

Penghulu Jro Pasek meminta agar semua pihak menghormati upaya dan kerja keras mereka bersama PT Pembari dalam memperjuangkan Bandara ini sehingga tidak ada seorangpun yang mencoba mengambil kesempatan atas keputusan pemerintah ini.

“Terima kasih pak Lenis Kogoya karena telah ikut berjuang mewujudkan impian kami ini. Janji bapak kepada kami telah terbukti dan Bapak Presiden Joko Widodo telah menyatakan proyek ini sebagai salah satu program strategis pemerintah,” tandasnya (Tim).

 

About media swara 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Seva Mobil MurahSeva Mobil Murah
Seva Pusat Mobil MurahSeva Pusat Mobil Murah
Seva Pusat Mobil MurahSeva Pusat Mobil Murah