Don't Miss
Home / Berita Utama / Tokoh Nasional Lenis Kogoya Untuk Papua dan Indonesia

Tokoh Nasional Lenis Kogoya Untuk Papua dan Indonesia

Ket/Foto: dari kanan ke kiri Ketua DJM papua Oges Wenda Sip, Bendahara Umum DJM 1 kali lagi Pusat Darmawan Yusuf, SH,SE,MH,M.Pd, Tokoh Nasional Lenis Kogoya, dan Penangungjawab DJM Sudiarto SH MH

Ket/Foto: dari kanan ke kiri Ketua DJM papua Oges Wenda Sip, Sekretaris DJM Papua Nataniel, Bendahara Umum DJM 1 kali lagi Pusat Darmawan Yusuf, SH,SE,MH,M.Pd, Tokoh Nasional Lenis Kogoya, dan Penangungjawab DJM Sudiarto SH MH

Mediaswara.com | Tokoh Nasional Orang Asli Papua (OAP) yang peduli terhadap Tanah Papua saat ini adalah Ev Lenis Kogoya STh MHum.
Kepedulian Ev Lenis Kogoya terhadap tanah kelahirannya itu sudah terlihat sejak dirinya diangkat menjadi Staf Khusus Presiden pada tanggal 5 mei 2015
Berdasarkan penelusuran penulis, Presiden Jokowi telah mengenal Lenis Kogoya saat menjabat sebagai Walikota Solo. Hubungan dekat Lenis Kogoya berlanjut saat Joko Widodo mencalonkan Gubernur DKI Jakarta. Lenis Kogoya pun ikut berjuang untuk kemenangan Joko Widodo.
Apalagi saat Joko Widodo mencalonkan Presiden Republik Indonesia, Lenis Kogoya bahkan ‘pasang badan’ untuk memenangkannya. Dari gunung dan lembah, Lenis Kogoya bekerja siang dan malam agar Joko Widodo yang telah dianggapnya sebagai Kakak dan orang tuanya dapat memimpin Indonesia.

Ket/Foto : Para Kepala Suku yang tergabung dalam LMA Papua mendeklarasikan dukungannya kepada Paslon No urut 01. Joko Widodo -Ma'ruf Amin

Ket/Foto : Para Kepala Suku yang tergabung dalam LMA Papua mendeklarasikan dukungannya kepada Paslon No urut 01. Joko Widodo -Ma’ruf Amin

Kendati Gubernur Papua Lukas Enembe saat itu sebagai Ketua Partai Demokrat Provinsi Papua kurang sejalan dengannya, namun tidak mengecilkan nyali dan semangat Ev Lenis Kogoya. Sebagai salah satu Kepala Suku di Papua, Lenis Kogoya berhasil meyakinkan para Kepala Suku lainnya, bahwa Joko Widodo satu-satunya solusi untuk membuka keterisoliran Tanah Papua.
Akhirnya, Jokowi-JK saat itu berhasil mendulang suara sebanyak 2.026.735 atau 72,49 persen dari total suara sah 2.795.867 suara. Sementara perolehan suara untuk Papua Barat sebanyak 360.379 suara atau 67,63 persen dari total suara sah 532.907 suara.
Keberhasilan Ev Lenis Kogoya sebagai koordinator Tim Pemenangan Capres Jokowi-JK untuk wilayah Papua dan Papua Barat patut untuk diapresiasi. Sebagaimana Joko Widodo yang tidak pernah di perhitungkan menjadi Presiden, begitu jugalah Lenis Kogoya tidak pernah di perhitungkan namun tiba-tiba diangkat sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan Papua dan Papua Barat, sekaligus juga dipercaya mengurusi masalah Adat di seluruh Nusantara.
Berkat kedekatannya dengan Presiden ke-7 Republik Indonesia itu, maka Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) ini bisa mengajak Joko Widodo sampai tiga kali dalam setahun ke Tanah Papua.
Lenis Kogoya telah membawa langsung Joko Widodo menyaksikan kondisi tanah Papua. Jokowi, melihat langsung fakta sebenarnya di Papua. Misalnya jalan dari Merauke menuju Boven Digoel sepanjang 120 km ditempuh dengan menghabiskan waktu selama 2 sampai 3 hari perjalanan, bahkan masyarakat harus menginap dan memasak di jalan. Sama halnya harga semen di pegunungan Papua bisa mencapai Rp.1,5 juta hingga Rp.2 juta per sak ukuran 50 kg. Begitu pula dengan harga premium bisa dibandrol seharga Rp.150.000 per liternya. Tentulah harga sembako dan kebutuhan rumah tangga lainnya ikut meroket. Masalahnya berada pada infrastruktur jalan. Keterisoliran Papua menjadi PR penting bagi pemerintahan Joko Widodo.
Megaproyek untuk membuka keterisoliran Papua mulai dikerjakan. Proyek jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak salah satu bagian dari Megaproyek Trans Papua. Pemerintah membangun jalan nasional sepanjang 4.330,07 kilometer, yang membentang dari Sorong, Papua Barat (1.070,62 km) ke Merauke, Papua (3.259,45 km).
Kemudian jalan perbatasan di Papua sudah tembus sepanjang 919 km dan 179 km lagi ditargetkan akan selesai dikerjakan.
Pasar Tradisional sebagai pondasi dasar ekonomi kerakyatan tak luput dari perhatian Lenis Kogoya. Sejumlah pasar tradisional mulai dibenahinya.
“Pasar tradisional menjadi salah satu jantung perekonomian masyarakat. Pasar ini sangat penting dalam mencari pendapatan dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Pasar juga sebagai fasilitas transaksi jual beli bagi masyarakat. Oleh karena itu, saya mendorong pembangunan pasar modern di Papua,” sebut Lenis Kogoya kepada penulis.
IMG-20190404-WA0164
Bukan itu saja, Lenis Kogoya bahkan berhasil meyakinkan Presiden Jokowi agar mengangkat putra-putri terbaik Papua pada jabatan strategis pemerintahan, layaknya suku-suku lainnya di Indonesia.
Akhirnya sejarah mencatat, ketika Presiden Joko Widodo memerintah, maka banyak Orang Asli Papua (OAP) menempati posisi strategis di Negara ini. Misalnya, Brigjen Pol Drs Paulus Waterpauw diangkat sebagai Kapolda Papua selanjutnya menjadi Kapolda Sumatera Utara. Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab menjadi Pangdam XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Joppye Onesimus Wayangkau menjabat Pangdam XVIII/Kasuari, Kombes Pol Pietrus Waine dipromosi mendapatkan Bintang menjadi Bgrigadir Jenderal Polisi, Kombes Pol Jhonny Edison Isir dipercaya menjadi Ajudan Presiden Joko Widodo, untuk yang pertama kalinya OAP diangkat jadi Kapolres di Pulau Jawa, yaitu AKBP Semmy Ronny Abaa dan sederet posisi strategis lainnya.
Bukan itu saja upaya dan kerja keras yang ditorehkan oleh Ev Lenis Kogoya STh MHum, ia juga mendorong pemerintah agar memperhatikan bidang Pendidikan. Berkat kerja kerasnya, ribuan anak-anak Papua bersekolah di sejumlah Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia, bahkan sampai ke tingkat Luar Negeri.
Kerja kerasnya sangat fantastis, antara 1.500 hingga 1.600 Mahasiswa OAP setiap tahunnya kuliah di Universitas Negeri di Indonesia dan Luar Negeri.
Terobosan Lenis Kogoya untuk perubahan Papua yang lebih maju terus berkobar. Ia mulai merintis Sekolah Penerbangan di Papua. Maksudnya, agar generasi penerus OAP dapat menjadi Pilot-pilot profesional.
Selain itu, Lenis Kogoya mendatangkan mesin dan instruktur tenunan untuk melatih kaum ibu-ibu untuk belajar industri kreatif. Ke depan, hasil kerajinan ibu-ibu rumah tangga berupa tas, kemeja motif Papua dan kerajinan lainnya akan berkembang di Papua.
Sebenarnya terlalu banyak pekerjaan pemerintah pusat yang diimplemetasikan untuk Papua, misalnya pembangunan Stadion Olahraga megah berbiaya Rp.1,3 triliun yang diberi nama Stadion Papua Bangkit. Ada pula rencana pembangunan 4 (empat) Rumah Sakit bertaraf rujukan nasional di Papua. Lokasinya di Merauke, Biak, Nabire dan Wamena, dimana sebagai dana awal pemerintah pada tahun 2015 menyediakan dana Rp.250 miliar.
Sungguh segudang prestasi yang telah diukir oleh Lenis Kogoya untuk tanah kelahirannya, namun sederet prestasi tersebut belum membuatnya cukup puas. Dia bercita-cita, kelak OAP akan mewarnai setiap sudut negeri ini, seperti halnya Suku Melayu, Jawa dan Batak, ada dimana-mana memberikan kontribusi untuk Indonesia yang lebih maju dan makmur.
Periode pertama pemerintahan Joko Widodo- Jusuf Kalla telah berhasil merubah Papua berikut putra-putri terbaiknya, apalagi dalam kontestasi kedua kali Joko Widodo berpasangan dengan KH Ma’ruf Amin berhasil merebut 90,66 persen suara rakyat Papua atau berhasil merebut hati 3.021.713 suara, sementara lawannya hanya mendapatkan 311.352 suara atau 9,34 persen. Di Provinsi Papua Barat Jokowi mendapat dukungan 508.997 suara, sementara lawannya hanya 128.732 suara.
Akankah kemenangan besar ini akan mampu menghantarkan Ev Lenis Kogoya untuk didaulat sebagai salah satu Menteri dalam Kabinet Jokowi-Ma,ruf Amin? Kita lihat saja.
Apalagi Lenis Kogoya adalah Pendiri Relawan Doakan Jokowi Menang (DJM) 1 Kali Lagi yang telah terbentuk di 34 Provinsi dan Luar Negeri. Bukan saja berdiri di setiap Kabupaten/Kota, namun juga terbentuk di tingkat Kecamatan hingga Kampung/Desa/Kelurahan.
Harapan dan Doa masyarakat Papua serta cita-cita luhur setiap jengkal kemakmuran Tanah Papua, yang bertengger di pundak kecil Lenis Kogoya Sang ‘Evangelis’ (Pendoa) akan dapat menambah catatan sejarah, bahwa Anak Pegunungan dari Papua tidak cuma berprestasi, tapi juga mampu mengemban tugas sebagai Menteri untuk Indonesia yang lebih maju, semoga*** (Abednego Panjaitan adalah Pemerhati Papua dan Sekretaris Jenderal DPP Relawan Doakan Jokowi Menang (DJM) 1 Kali Lagi).(Darmawan/Team)

About mediasWara.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Sabun transparan ADEV NaturalSabun transparan ADEV Natural