Don't Miss
Home / Berita Utama / Staf Khusus Presiden Lenis Kogoya, Masyarakat Adat Harus Dilibatkan dalam Pembangunan Bandara di Bali

Staf Khusus Presiden Lenis Kogoya, Masyarakat Adat Harus Dilibatkan dalam Pembangunan Bandara di Bali

Bali | Mediaswara.com
Staf Khusus Presiden Lenis Kogoya, STh MHum meninjau langsung rencana lokasi Bandar Udara (Bandara) Bali Utara di Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, Kamis (21/02/2019).
Kedatangan Staf Khusus Presiden Lenis Kogoya tampak didampingi Pengusaha Ketut MB Suardhana dan Pengacara Kondang Sudiarto SH MH beserta rombongan lainnya YB. Panus Jingga MT, Darmawan Yusuf SE SH MPd MH, Abednego Panjaitan dan Jeri Tamie. Rombongan ini disambut dengan tarian masyarakat Adat Kubutambahan, yang sejak lama mendambakan dibangunnya Bandara di Desa mereka.
Di kesempatan itu, Lenis Kogoya berjanji akan menindaklanjuti keinginan masyarakat Adat ini ke Istana.
IMG-20190221-WA0158-681x511
“Saya malahan ada rencana mengundang masyarakat Adat Kubutambahan ini ke Istana. Nanti kita bicarakan disana, apa-apa yang perlu diusulkan masyarakat disini kepada Presiden,” imbuhnya.
Terkait keinginan masyarakat ini agar Penlok Bandara cepat di keluarkan, Lenis Kogoya berjanji akan membantunya. Sedapat mungkin, kata Lenis, akan mendesak Presiden mengeluarkan Penlok untuk Bandara ini. Tentu dengan terlebih dulu memanggil pihak-pihak terkait guna menyaring informasi yang berhubungan dengan rencana pembangunan Bandara ini.
“Lembaga Adat harus dilibatkan dalam hal ini. Karena sebelum terbentuk Agama dan Pemerintah, Adat lah yang mengikat masyarakat dan di dalam Kitab Suci berbagai agama yang ada hal itu dituliskan,” jelasnya.
Dikatakan, Adat sangat penting karena segala sesuatu dimulai dari Adat.
“Saya mendirikan organisasi bernama Indonesia Bersatu Tiga Pilar. Tiga Pilar itu adalah Adat, Agama dan Pemerintah. Ketiganya merupakan pilar kekuatan bernegara,” tandasnya.
Sementara itu, Penghulu Desa Adat Kubutambahan Jro Gde Pasek Warkadea berharap rencana pembangunan Bandara Bali Utara ini segera dibangun.
“Dengan hadirnya pak Lenis ini, dia bisa memberikan informasi yang benar kepada Presiden Jokowi, bagaimana aspirasi masyarakat Kubutambahan ini,” katanya.
Begitu melihat lokasi Bandara tersebut, Pengacara Sudiarto SH MH mengaku takjub melihat areal yang sangat luas itu berkisar 375 ha dan tepat untuk dibangun Bandara Internasional. Menurutnya, di tempat itu sangat cocok untuk dibangun Bandara Internasional untuk mengangkat perekonomian warga setempat karena kondisi ekonomi masyarakat yang berada digaris kemiskinan.
“Saya minta kepada Bapak Presiden agar peduli terhadap aspirasi masyarakat Bali Utara ini, karena rakyat Indonesia mengenal baik Presiden sebagai orang yang peduli,” pungkasnya (tim/Sukma).

About mediasWara.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Sabun transparan ADEV NaturalSabun transparan ADEV Natural