Don't Miss
Home / Berita Utama / BNPT: Kecenderungan Radikalisme di Indonesia Lebih dari 10 Persen

BNPT: Kecenderungan Radikalisme di Indonesia Lebih dari 10 Persen

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengajak para mahasiswa atau kalangan milenial untuk menangkal paham radikalisme dan terorisme yang berkembang di Indonesia. Hal tersebut untuk mengantisipasi adanya tindakan-tindakan kekerasan sebagaimana belakangan ini banyak terjadi.Untuk mencegah paham radikal, Kasubdit Kontra Propaganda Direktorat Pencegahan Deputi I BNPT Kolonel Pas Sujatmiko menuturkan, mahasiswa mesti mengetahui terlebih dahulu akar persoalan radikalisme dan terorisme di Indonesia serta ancaman-ancamannya terhadap kalangan milenial. Selain itu, kata Sujatmiko, mahasiswa mesti memahami lingkungan dan kiat untuk menghadapi penyebaran paham radikalisme. Dari hasil penelitian, persentase paham radikalisme di Indonesia mencapai angka di atas 10 persen. Adapun paham radikalisme yang dimaksud oleh BNPT mengacu pada Undang-undang dan bersifat negatif yakni tindakan anti-Pancasila, anti-NKRI, anti-kebhinekaan, hingga menganut paham Takfiri.  “Hasil penelitian-penelitian ternyata tingkat persentasenya hampir rata-rata di atas 10 persen kecenderungan radikalisme di Indonesia,” kata dia di Kampus Widyatama, Senin (9/12). “Saya harap mahasiswa juga bergerak bersama untuk menangkal paham radikalisme dan terorisme,” lanjut dia.Lebih lanjut, Sujatmiko mengatakan, mahasiswa juga perlu memahami tiga pola tindak radikal yang terdiri dari prateror, ketika teror, hingga pascateror. Menurut dia, prateror dimulai dengan adanya keinginan untuk mengubah suatu tatanan masyarakat yang telah ajek dengan kekerasan. Belakangan ini, Sujatmiko mengakui ancaman paham radikalisme masuk melalui media sosial dan tindakan secara nyata sebagaimana terjadi di Medan beberapa waktu lalu. Pihaknya pun telah membentuk tim monitoring untuk memantau paham radikalisme di dunia maya. “Sebelum kejadian teror ini diawali karena adanya paham keyakinan atau keinginan untuk mengubah suatu tatanan melalui kekerasan yang kita sebut dengan radikalisme,” ucap dia. Selain itu, Sujatmiko menambahkan, BNPT telah melakukan beragam program untuk mengatasi paham radikalisme. Sebelum terpapar, BNPT melakukan kontra-radikalisasi untuk menahan serangan propaganda dari penyebar paham radikalisme.

Ilustrasi Teroris Foto: Shutter Stock

“Kita juga ada deradikalisasi. Ini ditujukan untuk yang sudah terpapar seperti mantan napi dan keluarganya. Lalu kita juga ada kesiapsiagaan nasional seluruh komponen masyarakat. Itu strategi yang dilaksanakan,” tandas dia.(Kumparan/AW)

About media swara 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Cara Jual Beli Seva Mobil BekasCara Jual Beli Seva Mobil Bekas
Seva Mobil BaruSeva Mobil Baru
Seva Mobil Bekas Suku Cadang AsliSeva Mobil Bekas Suku Cadang Asli